OpenAlex · Aktualisierung stündlich · Letzte Aktualisierung: 24.05.2026, 06:07

Dies ist eine Übersichtsseite mit Metadaten zu dieser wissenschaftlichen Arbeit. Der vollständige Artikel ist beim Verlag verfügbar.

GENERATIVE AI IN SECONDARY EDUCATION: STUDENT IMMERSION ACROSS SOCIAL INNOVATION, MARKETING, AND PROGRAMMING

2025·0 Zitationen·EDUTECH Jurnal Inovasi Pendidikan Berbantuan TeknologiOpen Access
Volltext beim Verlag öffnen

0

Zitationen

2

Autoren

2025

Jahr

Abstract

Integrasi cepat Generative AI (GenAI) ke dalam lingkungan pendidikan menawarkan potensi transformatif bagi pendidikan menengah, namun bukti empiris mengenai penerapan praktisnya masih terbatas. Studi ini menyelidiki efikasi lokakarya GenAI terstruktur yang diselenggarakan di empat sekolah menengah atas di wilayah Jabodetabek, yang melibatkan 229 siswa yang terlibat dalam program sosiopreneurship, pemasaran digital, dan pemrograman. Dengan menggunakan desain metode campuran konvergen, penelitian ini menggabungkan survei kuantitatif dengan analisis sentimen refleksi terbuka untuk mengevaluasi imersi dan persepsi siswa. Hasil kuantitatif menunjukkan penerimaan yang sangat positif, dengan "Kegunaan" GenAI menerima peringkat rata-rata tertinggi sebesar 4,32 (SD = 0,77), dan sekitar 86% peserta menegaskan nilai perangkat tersebut untuk studi akademis mereka. Analisis sentimen selanjutnya mengonfirmasi keterlibatan yang tinggi, terutama dalam tugas pemecahan masalah kreatif dan teknis, meskipun umpan balik kualitatif menyoroti tantangan terkait formulasi cepat, verifikasi data, dan masalah etika seperti halusinasi. Studi ini menyimpulkan bahwa meskipun GenAI berfungsi sebagai katalis yang kuat untuk kreativitas dan efisiensi pembelajaran, integrasi yang sukses dalam pendidikan menengah membutuhkan pendekatan pedagogis yang terstruktur yang memprioritaskan pemikiran kritis, keterampilan rekayasa yang cepat, dan penalaran etis untuk memastikan penggunaan yang bertanggung jawab dan efektif. ABSTRACTThe rapid integration of Generative AI (GenAI) into educational settings offers transformative potential for secondary education, yet empirical evidence regarding its practical application remains limited. This study investigates the efficacy of structured GenAI workshops conducted across four high schools in the Greater Jakarta area, involving 229 students engaged in sociopreneurship, digital marketing, and coding tracks. Utilizing a convergent mixed-methods design, the research combined quantitative surveys with sentiment analysis of open-ended reflections to evaluate student immersion and perception. The quantitative results demonstrated a strong positive reception, with the "Usefulness" of GenAI receiving the highest mean rating of 4.32 (SD = 0.77), and approximately 86% of participants affirming the tools' value for their academic studies. Sentiment analysis further confirmed high engagement, particularly in creative and technical problem-solving tasks, though qualitative feedback highlighted challenges regarding prompt formulation, data verification, and ethical concerns such as hallucinations. The study concludes that while GenAI serves as a powerful catalyst for creativity and learning efficiency, successful integration in secondary education necessitates a scaffolded pedagogical approach that prioritizes critical thinking, prompt engineering skills, and ethical reasoning to ensure responsible and effective usage.

Ähnliche Arbeiten

Autoren

Institutionen

Themen

Artificial Intelligence in Healthcare and EducationAI in Service InteractionsBiomedical and Engineering Education
Volltext beim Verlag öffnen